4 Cara Mengajarkan Sikap Positif Dan Empati Pada Siswa Selama Pandemi Covid

Kita seringkali menganggap kompetisi adalah satu-satunya sumber kesenangan buat anak. Hampir semua kegiatan anak-anak bersifat kompetisi bahkan kegiatan yang sifatnya untuk bersenang-senang sekalipun. Seperti semakin banyak gula maka semakin rusak gigi, begitu pula dengan kompetisi, semakin banyak diikuti semakin merusak harga diri anak. Kompetisi membuat anak melakukan evaluasi terhadap kemampuan dirinya berdasarkan sumber eksternal, anak lain atau peserta kompetisi yang lain. Semakin banyak lawan yang dikalahkan, semakin besar harga diri anak. Ya karena logika kompetisi dalam pendidikan adalah logika yang menyesatkan.

Bermodal keinginan belajar yang tinggi serta aktif memanfaatkan teknologi, proses perkuliahan yang terlihat asing dan berat akan jauh terasa lebih mudah dan menyenangkan. Guru juga dapat menjelaskan tujuan dari pemberian materi tersebut. Siswa akan lebih paham tentang alur pelajaran mereka pada pertemuan tersebut. Pemberian informasi seperti ini sangat diperlukan untuk kelancaran siswa dalam memahami isi materi. Kata-kata yang diberikan oleh guru kepada siswa harus dapat memberi motivasi dan membangun bagi siswa. Para siswa akan menjadi lebih rajin dan lebih antusias kalau guru juga memberi dukungan kepada mereka.

Belajar untuk lebih rajin dan membangun mentalitas

Bentuk perhatian sederhana bisa dengan menanyakan kesulitan saat belajar. Bisa juga dengan memberikan kudapan sebagai teman anak-anak belajar supaya tidak cepat bosan. Proses belajar anak dapat berlangsung di mana pun, tidak hanya di ruang belajar saja. Orang tua dapat mengajak anak ke museum untuk belajar sejarah, ke kebun binatang untuk belajar tentang flora dan fauna, atau ke pusat-pusat edukasi ramah anak lainnya. Ajak anak untuk memilih perlengkapan belajar, mengatur ruang belajar, serta menetapkan jadwal belajar. Keterlibatan anak dalam penyusunan sistem belajar akan membuat ia lebih semangat dan bertanggung jawab.

Mengonsumsi makanan bernutrisi ternyata dapat membuat fungsi otak lebih baik, sehingga Anda bisa berpikir dengan lebih jernih dan melakukan banyak aktivitas. Biasakan anak untuk tidur pada jam yang sama setiap hari – hindari begadang bahkan saat weekend sekalipun. Cobalah untuk mengajak anak membaca buku cerita sebelum tidur untuk semakin merangsang imajinasi dan kreativitas mereka. Bila memungkinkan, bekali anak dengan makan siang yang juga mengandung prinsip empat sehat lima sempurna.

Dalam perjalanan menunju Olimpiade, dia mengalami cedera, kelelahan fisik, dan emosional. Namun dengan semangat tidak mau menyerah, dia berhasil mengatasi ketakutannya dan tetap tampil terbaik saat Olimpiade. Khadevis Robinson, atlet lari, menunjukkan bahwa untuk sukses meraih mimpi, orang harus membuat rencana-rencana. Pada tahun 2000, dia mengikuti ajang kualifikasi Olimpiade luar ruang AS sebagai salah satu favorit untuk masuk tim Olimpiade. Akan tetapi, seperti Robert, Khadev juga gagal dalam kualifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *